« Home | Sudah termasuk golongan inikah Anda..?? » | Renungan Al-Hadid: 20-24 » | 10 wasiat Rasulullah kepada anaknya » | Ikhlasnya Niat » | Sudah berbekalkah anda??? » | Berwudhu Menjelang Tidur » | Efektivitas Kerja » | Saat ini adalah Karunia » | Antara Lobak,Telur, dan Kopi » | Indahnya Dhuha » 

Wednesday, June 14, 2006 

Falsafah Lima Jari

Ingin Sekedar berbagi pengalaman.. pada hari sabtu yang lalu ketika ane duduk dalam sebuah majlis setelah mengadakan acara silaturahim, ane bersama rekan-rekan ( red: Baim, bang Faisal, Narta, Syafei dll) duduk untuk saling berdiskusi, dalam diskusi tersebut banyak sekali masukan yang kami dapat terkhusus dari bang Faisal.. salah satunya adalah mengenai "falsafah lima jari"

Dia bercerita kadang dalam kegiatan kita selalu berkeluh kesah : " kenapa ajakan saya tuk kegiatan tidak mendapat respon ??, mengapa rekan-rekan yang lain tidak mau melaksanakan arahan saya ?? dan masih banyak lagi pertanyaan kenapa, bagaimana, ada apa yang sering terpikir bahkan terlontar dalam keseharian kita.


Saat kita menunjuk seseorang untuk melakukan atau mengajak kepada sesuatu yang kita inginkan kadang kita tidak sadar dan lupa akan pertanyaan " apakah diri kita sendiri sudah melakukannya atau paling tidak sudah berusaha maksimal tuk menjalankannya "?, kita terkadang lupa bahwa saat kita menunjuk seseorang dengan mengarahkan jari telunjuk kita kepadanya masih ad 3 jari tangan ( kelingking,jari manis, dan tengah ) yang tertekuk dan menunjuk atau mengarah kepada kita sebagai si penunjuk..( coba dech praktekin sendiri ) sehingga perbandingannya menjadi 1 : 3 ( 1 untuk yang ditunjuk , 3 untuk penunjuk , sedang jempol kadang bersifat netral dengan mengarah kebawah..)

3 ketiga jari tersebut telah mengingatkan kita bahwa tuntutan terbesar berada pada diri kita sendiri Apakah kita sudah melakukan hal tersebut sebelum mengajak orang lain. Apakah diri kita sudah menyadari dan menginstrospeksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain, Apakah diri kita sudah berusaha maksimal sebelum mengeluh kepada orang lain.

Dengan begitu diharapkan diri kita dapat menyadari bahwa sebelum tertuju pada orang lain apakah diri kita sudah melakukannya. ingatlah bahwa Allah amat membenci orang yang mengatakan apa yang tidak dikerjakannya ( As -Saff "61" : 3 ).

Demikian , mudah"an tulisan ini dapat bermanfaat buat kita semua amin .. buat bang Faisal thank yoo atas sharringnya..mudah"an kita semua tergolong dalam kaum yang selalu memuhasabah dirinya..

Ass. wR.wB Alhamdulillah Oom, stlh cari & coba akhirnya ketemu & bisa...lihat ya Oom, ini ummi bantu temen yg mau bikin blog hafidz qurannya http://www.yph1lquran30juz.blogspot.com jzkllh Oom...

Eh, salah ketik...http://www.yphalquran30juz.blogspot.com

ass.. subhanallah yah
bener juga lhoo
berkaca pada diri sendiri dulu.. hmm..
o, ya salam kenal dari leni :)

That's a great story. Waiting for more. » »

Post a Comment

Renungan


>> Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orng lain

>> Tiada mutiara seindah lantunan do'a pada Ilahi

>> Ketahuilah sesama muslim itu bersaudara

>> Senyumlah kepada saudaramu sebagai suatu ibadah ringan yang kamu lakukan

>> Allah SWT menyukai keindahan

>> Sampaikanlah suatu kebenaran walaupun itu terasa pahit bagi dirimu


Salam Kenal




  • Ane Unknown
  • From
*selengkapnya



^_^ Anda Pengunjung ke..

Sekapur sirih


    Nama :
    Email/Blog :
    Pesan :

Links




Member Of


Powered by Blogger
and Blogger Templates